Jumat, 18 November 2011

Damapak negatif makanan cepat saji bagi kesehatan

Dampak negatif makanan cepat saji bagi kesehatan ( Fast Food )Saat ini siapa yang tidak menyukai makanan cepat saji atau biasa disebut fast food,dari rasanya yang lezat hingga tampilannya yang menggugah selera membuat banyak orang menggemarinya.Bagi anda yang sangat meggemari fast food untuk saat ini mulailah berhati-hati dengan makanan instan ala Amerika/barat ini, karena menurut beberapa penelitian disebutkan bahwa ada beberapa dampak/efek buruk dari makanan cepat saji ini (Junk Food). Pengertian makanan cepat saji  Makanan siap saji yang dimaksud adalah jenis  makanan yang dikemas, mudah disajikan, praktis, ataudiolah dengan cara sederhana. Makanan tersebut umumnya diproduksi oleh industri pengolahanpangan dengan teknologi tinggi dan memberikan berbagai zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita rasa bagi produk tersebut. Makanan siap saji biasanya berupa lauk-pauk dalam kemasan, mie instan, nugget, atau juga corn flakes sebagai makanan untuk sarapan. Dampak negatif makanan cepat saji bagi kesehatan World Health Organization (WHO) dan Food and Agricultural Organization (FAO) menyatakan bahwa ancaman potensial dari residu bahan makanan terhadap kesehatan manusia dibagi dalam 3 katagori yaitu :      * aspek toksikologis: katagori residu bahan makanan yang dapat bersifat racun terhadap organ-organ tubuh,     * aspek mikrobiologis: mikroba dalam bahan makanan yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan,     * aspek imunopatologis,:keberadaan residu yang dapat menurunkan kekebalan tubuh.  Penggunaan zat aditif yang berlebihan dan dikonsumsi secara terus menerus dapat menimbulkan dampak negatif yang nyata bagi kesehatan.Dampak negatif zat aditif yang terkandung dalam makanan cepat saji bisa terjadi sacara langsung maupun tidak langsung,bisa terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Dampak zat aditif yang terkandung dalam makanan cepat saji dapat dilihat di bawah ini:      * Sulfit menyebabkan sesak napas, gatal-gatal dan bengkak     * Zat Warna menimbulkan alergi,menimbulkan kanker hati,menyebabkan hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid.     * MSG kerusakan otak,kelainan hati, trauma, hipertensi, stress, demam tinggi, mempercepat proses penuaan, alergi kulit, mual,  muntah, migren, asma, ketidakmampuan belajar, dan depresi.     * BHT&BHA menyebabkan kelainan kromosom pada orang yang alergi terhadap aspirin     * Pemanis menyebabkan kanker kantong kemih (saccarin),gangguan saraf dan tumor otak (aspartan),mutagenik.  Selain itu untuk para perempuan sebaiknya lebih waspada lagi karena fast food dapat menyebabkan kegemukan dan obesitas. Kandungan lemak yang tinggi dalam makanan fast food juga dapat merangsang pertumbuhan kanker terutama kanker payudara.Kandungan kolesterol dan kalori yang cukup tinggi pada makanan cepat saji merupakan penyebab kegemukan dan berbagai gangguan metabolisme dan jantung.  Selain bahaya yang ditimbulkan zat aditif makanan itu,juga yang perlu diwaspadai adalah bahaya yang terdapat pada kemasan makanan cepat saji.Sampai saat ini menurut Ketua Federasi Pengemasan Indonesia Hengky Darmawan di Indonesia sistem pengemasannya baru 10% yang sesuai aturan SNI. Pemilihan jenis kemasan harus memperhatikan food grade dan food safety (Kompas, 2003).Namun pada kenyataannya produsen jarang mempertimbangkan hal tersebut.Dibandingkan dengan memperhatikan unsur kesehatan,produsen memilih kemasan dengan dipengaruhi faktor tampilan yang menarik,melindungi produk yang dikemas dan pertimbangan ekonomis.  Bahan yang selama ini digunakan memiliki beberapa dempak negatif bagi kesehatan,diantaranya:      * plastik atau styrofoam (pembungkus mie instant dan nugget) bersifat mutagenik (mengubah gen) dan karsinogenik,     * PVC (polyvinyl clorida untuk pembungkus kembang gula) yang dapat menghambat produksi hormon testosteron (Atterwill dan Flack, 1992) ,     * kaleng (makanan buah, susu, makanan lauk-pauk) disinyalir mengandung timbal (Pb) dan VCM (Vinyl Chlorid Monomer) yang bersifat karsinogenik yaitu memacu sel kanker (Media Indonesia, 2003).  Makanan cepat saji sebagai pemicu berbagai penyakit  Makanan cepat saji yang mungkin sering anda konsumsi ternyata dibalik rasa dan tampilannya yang menarik justru menyimpan potensi yang membahayakan tubuh.Zat-zat seperti kolestrol dan lemak jenuh yang terdapat dalam fast food bisa memicu timbulnya berbagai penyakit.Seperti diuraikan di bawah ini:  Makanan cepat saji memicu diabetes  Beberapa menu dalam restaurant fast food juga mengandung banyak gula. Gula, terutama gula buatan, tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit gula atau diabetes, kerusakan gigi, dan obesitas. Minuman bersoda, cake, dan cookies mengandung banyak gula dan sangat sedikit vitamin serta mineralnya. Minuman bersoda mengandung paling banyak gula, sedangkan kebutuhan gula dalam tubuh tidak boleh lebih dari 4 gram atau satu sendok teh sehari.  Dengan hanya menikmati masakan cepat saji setidaknya satu kali dalam seminggu mengakibatkan kenaikan lemak dalam darah dan mengalami peningkatan berat badan.Dengan bertambahnya berat badan, semakin membuka peluang tubuh Anda terkena diabetes.John Spertus, Profesor Universitas  Missouri, Kansas, lewat penelitiannya kepada sekitar 3,000 remaja. Menunjukkan semakin sering orang tersebut mengkomsumsi masakan cepat saji akibatnya bagi tubuh adalah peningkatan berat badan dan resiko diabetes.  Untuk pencegahan dan pengobatan diabetes melitus bisa di lihat di obat herbal diabetes melitus.  Makanan cepat saji memicu penyakit jantung  The American Heart Association menganjurkan agar mengkonsumsi daging tanpa lemak dan sayuran juga menghindari makanan berlemak jenuh tinggi dan trans fat, sodium dan kolesterol seperti burger keju dan makanan yang digoreng. Dalam penelitiannya ini Spertus tidak merancang untuk menunjukkan bahwa penyebab penyakit jantung adalah sepenuhnya dari mengkonsumsi makanan cepat saji.Sedangkan menurut the National Institutes of Health lemak jenuh dan kolesterol di makanan tersebut dapat meningkatkan kolesterol dalam darah dan meingkatkan kemungkinan dengan permasalahan pada jantung.  Pada dasarnya, semua kolesterol yang diperlukan oleh tubuh diproduksi oleh hati. Kelebihan kolesterol yang terdapat di dalam darah datang dari makanan yang mengandung kolesterol yang kita konsumsi, misalnya daging merah (sapi), jeroan (hati, otak, limpa), kuning telur, krim dan mentega.  Di negara yang makmur, rata-rata tingkat kolesterol dalam darah melebihi 200 mg per dl, sementara tingkat yang ideal adalah kurang atau maksimal 200 mg per dl. Semakin tinggi kadar kolesterol (hypercholesterolemia), peluang timbulnya penyakit jantung koroner (coronary heart disease) yang disebabkan timbunan plak pada pembuluh darah, akan semakin besar.  Untuk pengobatan penyakit jantung bisa di lihat di obat herbal penyakit jantung  Makanan cepat saji memicu hipertensi  Sodium yang banyak terdapat dalam makanan cepat saji tidak boleh terlalu banyak dalam tubuh. Untuk ukuran orang dewasa, sodium yang aman jumlahnya tidak boleh lebih dari 3300 miligram. Ini sama dengan 1 3/5 sendok teh. Sodium yang banyak terdapat di fast food, dapat meningkatkan aliran dan tekanan darah sehingga bisa membuat tekanan darah tinggi.  Untuk pencegahan dan pengobatan hipertensi bisa dilihat di obat herbal hipertensi  Makanan cepat saji memicu penyakit kanker usus dan kanker payudara  Satured fat yang juga banyak terdapat di fast food berbahaya bagi tubuh karena zat tersebut merangsang organ hati untuk memproduksi banyak kolesterol. Kolesterol sendiri didapat dengan dua cara, yaitu oleh tubuh itu sendiri dan ada juga yang berasal dari produk hewani yang kita makan dan dimasak terlalu lama. Kolesterol banyak terdapat dalam daging, ayam, ikan, telur, mentega, susu, dan keju. Bila jumlahnya banyak, kolesterol dapat menutup saluran darah dan oksigen yang seharusnya mengalir ke seluruh tubuh. Tingginya jumlah satured fat dalam makanan fast food akan menimbulkan kanker, terutama kanker usus dan kanker payudara. Kanker payudara merupakan pembunuh terbesar setelah kanker usus. Lemak dari daging, susu, dan produk-produk susu merupakan sumber utama dari satured fat.  Untuk pencegahan dan pengobatan kanker usus dan kanker payudara bisa dilihat di obat herbal kanker usus dan obat herbal kanker payudara.  Makanan cepat saji memicu maag  Kebiasaan jajan makanan cepat saji juga memicu penyakit maag. Umumnya makanan cepat saji (fast food) merupakan makanan yang tinggi karbohidrat dan rendah serat. Bahkan ada makanan cepat saji yang mengandung bahan yang berbahaya bagi tubuh. Contohnya, makanan yang digoreng. Selain kandungan minyaknya tinggi, bila tidak diolah dengan benar -misalnya penggorengan dengan minyak yang sama lebih dari tiga kali penggorengan- maka akan menimbulkan zat pemicu kanker pada makanan itu. Apalagi jika pedagangnya menggunakan minyak jelantah yang sebenarnya sudah tidak boleh lagi dipakai. Selain itu, fast food juga sering mengandung pengawet, penyedap, pewarna, pengental, dan bahan-bahan kimia tambahan yang tidak baik bagi sistem pencenaan. Untuk pencegahan dan pengobatan maag bisa dilihat di obat herbal maag  Makanan cepat saji memicu gagal ginjal  Kegemaran dan kebiasaan masyarakat mengkonsumsi fast food (makanan cepat saji) juga menyebabkan semakin tingginya asupan natrium dan garam karena kadar garamnya mencapai dua kali lipat dari batas normal yang dianjurkan yaitu sebesar < 2,4 gram.Garam tinggi berpengaruh pada orang dengan kondisi ginjal terganggu, dapat menjadi penyebab gagal ginjal.Selain itu kadar protein yang tinggiiakan semakin merusak ginjal atau membuat kerja ginjal menjadi semakin berat. Dengan kata lain menjadi penyebab gagal ginjal.  Untuk pencegahan dan pengobatan gagal ginjal bisa dilihat di obat herbal gagal ginjal Upaya Meminimalisasi Dampak Negatif  Untuk mengurangi dan meminimalisasi dampak negatif zat aditif makanan dapat diupayakan dengan beberapa cara antara lain :  1.  Secara Internal  Mengurangi konsumsi makanan siap saji, meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan serta mengonsumsi vitamin. Beberapa vitamin diduga mengandung zat antikarsinogen diantaranya adalah vitamin A, C, E banyak terdapat dalam sayur dan buah; asam folat terdapat dalam brokoli, bayam dan asparagus: Betakaroten, vitamin B3 (niasin), vitamin D dalam bentuk aktif (1.25 hidroksi) terdapat pada mentega, susu, kuning telur, hati, beras dan ikan.  Memberi pengertian pada keluarga tentang bahaya zat aditif, mengawasi, mengontrol pemberian dan penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah.  2. Secara Eksternal      * Produsen; diperlukan kesadaran dan tanggung jawab produsen terhadap penggunaan zat aditif pada bahan pangan yang diproduksikan, memberikan informasi yang jelas komposisi makanan termasuk zat aditif yang ditambahkan.     * Pemerintah; melakukan pengawasan dan menindak tegas produsen yang melanggar aturan yang berlaku. Meneruskan kegiatan PMT-AS (Program Makanan Tambahan-Anak Sekolah) dengan memanfaatkan sumber makanan lokal.     * Non-pemerintah (LSM) memfasilitasi terbentuknya kelompok konsumen, mendorong peran serta masyarakat sebagai pengawas kebijakan publik, mengantisipasi kebijakan global yang berdampak pada konsumen, melakukan pengawasan dan bertindak sebagai pembela konsumen.  Selain cara-cara tersebut di atas,upaya terbaik untuk mengurangi dampak negatif makanan cepat saji adalah dengan berupaya sebisa mungkin untuk menjauhinya.Karena meskipun terlihat menarik namun suatu saat justru akan berbalik membuat anda sakit.Seperti pada uraian sebelumnya bahwa makanan fast food dapat memicu terjadinya berbagai penyakit,untuk meminimalisir dampak-dampak negatit fast food sebaiknya anda mengkonsumsi Xamth

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar